suAtu ceRita...

suAtu ceRita...
kitA aDa piLihan...

Sunday, May 15, 2011

Menggamit kisah semalam...

Malam-malam buta ini aku rasa sunyi, saat-saat inilah kesepian setia menemaniku.. Kadang-kadang komputer riba inilah jadi teman sejatiku, untuk aku menghilangkan keresahan malamku... Aku seperti kebiasaannya, mengupdate FB dan lain-lain ruangan.. Aku terlihat fb seseorang yang sangat aku kenali..

Lebih kurang 4 tahun yang lalu aku mengenalinya selama 6 bulan.. Raut wajahnya, bentuk susuk tubuh serta senyumannya masih tidak ubah sepertimana aku pernah kenali dahulu.. Dia yang perna merobek, mencipta luka yang terlalu dalam untukku... kutatapi gambar-gambar di ruangan facebooknya,. hehehe.. aku tersenyum keseorangan apabila aku menoleh kembali cerita semalam.. cerita yang banyak mengajar aku tentang hakikat sebuah kehidupan. cerita yang hampir-hampir membawa ku hanyut di dalam kegelapan yamg mungkin tanpa cahaya di hadapannya... Timbul perasaan rindu juga, timbul perasaan lucu, marah dan cemburu.. Entah kenapa..

Dia yang mengajar aku tentang sebuah perasaan, cinta, kasih sayang, merajuk dan cemburu.. Dia yang perna memberikan aku sinar kebahagiaan, malah dia juga pernah memberikan aku kelam kedukaan.. Walaupun pada hari ini dia sudah luput dalam ingatan ku, namun tidak di nafikan kesan yang dia tinggalkan masih tersimpan rapi dalam lipatan memoriku. Dan kesan-kesan itu sedikit sebanyak mempengaruhi jalan hidupku hari ini.. Menjadi sang Perindu.... Adakah benar dia yang meninggalkan kesan ini? atau mungkin ianya sesuatu yang semula jadi?? benci aku dengan perasaan ini.... Walaupun banyak luka yang dia tinggalkan, walaupun banyak dendam yang pernah aku simpan, tapi hari ini semua itu sudah berlalu pergi, hanya tinggal kenangan..

Harapan ku semoga dia mendapat jalan yang sepatutnya dan memperoleh sinar kebahagiaan sepertimana yang sepatutnya,.. Dan aku perlu meneruskan kehidupan ini dengan penuh keyakinan, kerna aku yakin disana pasti ada menjanjikan yang lebih baik....

Saturday, May 7, 2011

Bahagiaku syurga mereka Deritaka pilu mereka







Hari ini adalah hari yang bahagia untuk kita semua Yang berada di ruangan ini..kebahagian akan terasa lebih lengkap apabila kita di kelilingi oleh orang-orang yang kita cintai.. Berbicara tentang cinta, ada beberapa orang yang tentunya tidak akan diragukan ketulusan cintanya..Dan tidak akan pernah melepaskan cinta mereka untuk kita iaitu keluarga, terutamanya orang tua.. keberhasilan dan perjuangan yang kita capai hari ini tidak terlepas dari cinta, kasih sayang, dukungan serta bimbingan dari orang tua..

Bahagiaku syurga mereka deritaku pilu mereka...

Aku berdiri mengenakan toga ini
di sebuah jalan setapak yang gelap
pandanganku tertuju pada dua orang di kejauhan sana
dengan senyuman yang tak asing di mataku
dua orang yang sangat aku hargai
dua orang yang sangat aku hormati
aku cintai dan aku sayangi
ya..! mereka papa dan mamaku...

Dengan di sertai senyuman aku berjalan menghampiri mereka
seiring dengan langkah terlintas di benakku
atas apa yang telah mereka lakukan terhadap hidupku selama ini
mama yang telah mengandungku selama sembilan bulan
mama yang sudah memperjuangkan hidup dan matinya hingga aku dapat hadir di
dunia ini
mama juga yang telah merawatku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang
papa yang telah mendidikku, papa yang rela bekerja banting tulang
ikhlas.. mengeluarkan keringatnya agar aku dapat menikmati hidup
detik demi detik, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun

Apakah yang dapat kulakukan untuk membalas mereka??
sering aku tutup kuping tidak mau dengar nasihat mereka
sering aku bohong kepada mereka untuk kepuasanku
sering aku melawan jika mereka marah kerna kenakalanku
sering juga aku banting pintu di hadapan mereka
jika mereka tidak mengabulkan permintaanku
dan bahkan sering aku mngeluarkan kata kata kasar
yang tidak pantas mereka dengar dari bibirku
dasar cerewet, kuno, kolot!

Tapi apakah mereka memendam rasa dendam terhadapku?
tidak...!
tidak sama sekali!
mereka dapat tulus memaafkan kekhilafanku
mereka tetap menyayangiku dalam setiap hembusan nafas mereka
bahkan mereka tetap menyebut namaku dalam setiap doa doa mereka
hingga aku menjadi seperti sekarang ini
ya tuhan... betapa durhakanya aku ,
tak sadarka aku
bahwa mereka orang yang sangat berarti dalam hidupku

langkah-langkahku terhenti di hadapan mereka
dan kupandangi papa dan mamaku inchi demi inchi
badan yang dulu tegap, kekar, kini mulai membungkuk
rambut yang dulu hitam kini mulai memutih
dan kulit mereka yang dulu kencang kini mulai berkriput
kutatap mata mereka yang berbinar-binar dan mulai menitiskan air mata
bahagia
air mata haru, air mata bangga melihatku memakai toga ini
kucium tangan mereka, kupeluk mereka sambil berkata
Papa... Mama... yang aku berikan hari ini tidak akan cukup
membalas semua yang telah Papa dan Mama berikan selama ini kepadaku
terima kasih ma... terima kasih pa...
aku sayang papa dan mama sampai akhir hayatku....